Skip to main content

Posts

Kiat Menghadapi Hutang by Yusuf Mansur

Pikirkan itu doa. siapa yang memikirkan yang baik-baik, insya Allah akan mendapatkan juga yang baik-baik. Siapa yang memikirkan yang buruk-buruk, maka ia sama dengan mewujudkan pikiran buruknya itu. Orang-orang yang beriman akan banyak huznuzhan nya (baik sangkanya) sama Allah di setiap kejadian. Terima nasib, terima kenyataan dan jangan nyalahin keadaan, jangan nyalahin orang lain apalagi sampai nyalahin Allah, jangan. Dulu ketika saya berutang, saya ademin diri dengan satu penerimaan terhadap takdir ini; bahwa saya sedang memiliki utang. Saya terima kenyataan ini. Ya, ketika banyak orang tidak menerima kenyataan bahwa ia berutang, saya memilih menerima. Mau diapain lagi? kenyataannya saya sedang berutang dan memiliki utang. Saya sebut banyak yang tidak menerima bahwa ia berutang adalah ketika banyak yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada dirinya sendiri; mengapa jadi berutang? Mengapa kok begini nasib? Apalagi jika utang itu bukan karena dirinya, tapi karena orang lain,...

Aku Lebih Beruntung dari pada Orang Lain

Aku Lebih Beruntung dari pada Orang Lain Awal hari kumulai dengan bersyukur masih bisa merasakan hangatnya matahari pagi dan bertemu dengan orang-orang yang kucinta. ’’Alangkah senangnya masih bisa melihat ayah dan ibuku. Ayah…Ibu….aku sayang kalian. ’’ Awal hari kumulai dengan tersenyum karena dapat bertemu dengan hari yang baru di mana aku dapat berharap bahwa hari ini pastilah lebih baik dari pada hari kemarin.  ’’ Hari baru…masih ada harapan.’’  Kemarin telah berlalu biarlah berlalu menyisakan banyak hikmah dan pelajaran yang berguna bagiku untuk menghadapi hari esok agar lebih baik.  ’’ Buat apa menyesali yang telah lewat, kesalahan jangan diulangi, sesuatu yang baik dipertahankan. ’’ Masa depan belumlah terjadi, semua masih menjadi misteri. Sukses dan gagal belumlah pasti. Ku pastikan aku hanya menginginkan kesuksesan bukan kegagalan. ’’Lebih baik berpikir aku akan sukses dari pada berpikir aku akan gagal. ’’ Kucari alasan ’’kenapa ’’ harus sukses...

Berpikir Positif terhadap ALLAH SWT, hasilnya POSITIF

Kebanyakan manusia jika ia ditimpa suatu permasalahan, maka ia akan merasa galau, gundah gulana, putus asa, menyalahkan oranglain bahkan menyalahkan Allah SWT. Setiap manusia pastilah mempunyai masalah. Baik dia anak kecil ataupun dewasa, kaya maupun miskin, cantik ataupun jelek. Permasalahan yang kita hadapi tersebut mungkin ujian/cobaan untuk kita ataupun sekedar “teguran” dari-Nya agar kita memperbaiki diri. Apa pun yang kita alami, baik atau buruk menurut pandangan kita, kalau kita menyikapi hal tersebut dengan keyakinan bahwa itu yang terbaik dari Allah SWT, maka Insya Allah hasil dari kita berbaik sangka kepada Allah SWT hasilnya adalah kita mendapat sesuatu yang lebih baik. Tentu saja dengan tetap berdoa dan berikhtiar walaupun ikhtiar yang dilakukan kadang-kadang tidak sesuai dengan impian yang kita inginkan. Ada sebuah kisah nyata dimana prasangka baik kepada Allah Swt, pada akhirnya membuahkan hasil yang  baik: Namanya sebut saja Adi. Adi menikah ketika berusia 23...

Masalah Bukanlah Masalah

Judul pada tulisan kali ini mungkin terdengar membingungkan. Jangan mengurungkan niat membaca tulisan ini karena  hal tersebut perlahan-lahan akan dimengerti oleh sobat semua jika tulisan ini telah dibaca dan dipahami. Siapa yang tidak punya masalah di muka bumi ini? Jangankan manusia yang dikaruniai akal dan  pikiran serta nafsu oleh Allah SWT, hewan pun memiliki masalah dalam kehidupan mereka. Mulai dari lahir kita memiliki berbagai permasalahan; bayi menangis karena ia lapar, anak-anak kecil menginginkan mainan yang tidak mampu dibeli oleh orang tua mereka, para pelajar memiliki masalah dengan tugas sekolah mereka, para karyawan memiliki masalah dengan pekerjaan mereka, Para remaja memiliki masalah dengan hubungan asmara mereka, para suami/istri memiliki masalah dengan keadaan finansial mereka dan masih banyak lagi. Masalah membuat seseorang merasa gelisah, merasa gundah, merasa galau bahkan putus asa. Ia mencari-cari penyebab masalah, menyalahkan orang lain, memak...

Sakit? Ingat ALLAH SWT

Alkisah ada seorang nabi mengalami sakit dan Ia pun berdoa kepada tuhan untuk memohon kesembuhan. Tuhan pun memberikan cara agar sakitnya dapat sembuh yaitu dengan cara memakan daun tumbuhan “X” (penulis lupa). Setelah mendapatkan tumbuhan “X” tersebut dan memakan daunnya, sang nabi itu pun sembuh. Suatu ketika nabi tersebut mengalami sakit yang sama. Serta merta ia mencari tumbuhan “X” yang waktu itu ia memakan daunnya dan sembuh. Ia pun memakan daun “X” tersebut namun sakitnya tak kunjung sembuh. Ia pun merasa heran, padahal sakit yang ia alami sama dengan sakitnya pada waktu dulu dan sembuh dengan memakan daun tumbuhan “X”. Tersadar ia pun memohon ampun kepada tuhan karena telah mempercayai bahwa kesembuhan berasal dari tumbuhan tersebut dan melupakan berdoa memohon kesembuhan kepada-Nya. Walaupun hanya sekedar cerita, namun dari cerita itu kita bisa mengambil beberapa kesimpulan: 1.        Berapa banyak dari kita, ketika sakit langsung teringa...

Bersyukur atau mengeluh?

Semisal ada 5 kejadian dalam satu hari, 4 kejadian yang menyenangkan dan 1 kejadian yang tidak meneyenangkan. Manakah yang akan Anda ingat-ingat dan ceritakan ke teman? Jikalau di hari yang sama Anda hanya mengerjakan sholat 4 waktu dan meninggalkan yang 1 waktu sholat. Manakah yang akan Anda ingat-ingat? Manusia terkadang suka melupakan 4 kejadian menyenangkan dan berkeluh kesah dengan 1 kejadian tidak menyenangkan yang ia alami. Sedangkan terkadang manusia menganggap 4 waktu sholat yang telah ia lakukan lebih bernilai dibandingkan 1 waktu sholat yang ia tinggalkan (lebih banyak yang dikerjakan daripada yang ditinggalkan). Bahwasanya 4 nikmat yang ia syukuri akan dibalas dengan pahala dan tambahan nikmat yang lebih banyak dan 1 kejadian tidak menyenangkan yang ia sabar atasnya akan mendapatkan pahala dan ampunan dari-Nya. (tidak ada kerugian/selalu menguntungkan) Sebaliknya mengabaikan 4 nikmat dan berkeluh kesah dengan 1 kejadian tidak menyenangkan akan mendapat murka-Nya dan tidak...

REZEKI MANUSIA SEMUA SAMA

Allah SWT menciptakan manusia, pastilah Dia juga sudah mempersiapkan rezekinya. Allah SWT Maha  Adil pastilah semua manusia mempunyai jumlah rezeki yang sama. A: "Kenapa Ada orang kaya dan orang miskin? berarti rezeki setiap orang berbeda dong!" B: "Rezeki sama, cara menjemputnya yang berbeda! maka hasil berbeda" Ilustrasi: Ada 3 orang A, B, dan C. Masing-masing mendapat sebuah pohon mangga dengan jumlah buah yang sama. Si A ketika melihat pohon mangga tersebut, yang ada di benaknya adalah:  " Wah, sepertinya saya hanya bisa meraih buah mangga yang paling bawah saja" maka si A akan mengambil bambu yang pendek untuk meraih buah mangga tersebut sehingga ia hanya mendapat seluruh buah mangga yang paling bawah. Si B:  "Saya rasa buah yang paling atas susah untuk mengambilnya, saya hanya bisa mengambil hingga bagian tengah saja." Si B pun mengambil bambu yang lebih panjang dari si A. maka si B mendapat buah bagian bawah dan tengah saja. ini lebih bany...