Skip to main content

LANGKAH AWAL WUJUDKAN IMPIAN


Tahukah kalian, tidak ada di dunia ini orang yang malas? Semua orang di dunia ini merupakan pribadi-pribadi yang rajin! Mungkin ada yang membantah pernyataan di atas kalau membaca tulisan ini tidak sampai selesai.
Semua orang rajin dengan kegiatan yang mereka senangi; ada yang rajin belajar, rajin membaca, rajin main game online, rajin tidur,  dan rajin-rajin lainnya sesuai dengan kesukaaan mereka. Kalian juga siswa yang rajin kan?
Nah kerajinan ini berhubungan dengan satu hal yaitu tindakan, ACTION . Action positif akan melahirkan hasil positif dan sebaliknya. Ide yang hebat tidak akan terwujud tanpa action. Impian yang keren juga tidak akan terwujud tanpa action. Pesawat terbang pun tidak akan kita kenal saat ini kalau Wright bersaudara tidak action. Jadi, actionlah yang memungkinkan segalanya hadir di dunia ini.
Kalau kalian mempunyai impian atau cita-cita, actionkan sekarang juga. Seusia kalian harus sudah memiliki impian atau cita-cita atau visi. Action harus dilakukan tanpa menunda-nunda, lakukanlah sekarang!
Kalian yang memiliki impian jadi dokter bisa mulai action dengan mempelajari mengenai suatu penyakit dan penyembuhannya dari sekarang melalui browsing di internet.
Kalian yang mau jadi pengusaha, mulailah action dengan mencari informasi mengenai produk dan pemasaran.
Kalian yang ingin menjadi pilot, mulailah action dengan mencari informasi tentang sekolah penerbang dan penerbangan
Kalian yang ingin jadi pramugari, mulailah action dengan menjaga berat ideal kalian dan belajar bahasa Inggris.
Kalian yang masih bingung dengan impiannya namun ingin membahagiakan orangtua, mulailah action dengan membantu orangtua di rumah, taati nasihatnya, dan buat mereka tersenyum.
Akan sangat sia-sia jika kalian hanya pintar berkata-kata tanpa melakukan suatu karya nyata melalui action. Janganlah kita termasuk orang yang seperti dikatakan pepatah “Tong Kosong Nyaring Bunyinya” alias NATO “No Action Talk Only” alias pintar bicara tanpa tindakan alias PBB “Pintar Bual Bual” alias pintar bohong. Lebih baik ASEAN “Ayo Segera Engkau Action Nyata.”



Comments

Popular posts from this blog

Apakah Kita Lebih Baik dari Mereka?

Bagaikan menonton sebuah pertandingan sepak bola, penonton merasa paling tahu dan paling jago dalam bermain sepak bola. Setiap bentuk aktivitas oleh seorang pemain yang dianggap suatu kesalahan oleh penonton dijadikan bahan ejekan bahkan makian oleh mereka.  "Harusnya dioper ke depan!" "Kenapa tidak ditendang langsung?" "Biang kerok kekalahan!" Berbagai macam komentar yang seakan pemain tersebut sama sekali tidak memberikan kontribusi positif kepada timnya.  Penonton yang merasa lebih tahu bagaimana seharusnya bola itu dimainkan. Padahal kalau mereka mencoba bermain, mungkin menendang bola saja mereka belum tentu mampu. Di kehidupan sehari-hari kitapun banyak orang-orang yang seperti ini. Merasa paling benar dan mampu dengan banyak menyalahkan orang lain, memberikan kritikan yang tidak membangun, dan merasa senang dengan keburukan dan kesulitan yang dihadapi oleh orang lain. Hidupnya banyak diisi dengan mengomentari orang lain dan mencari kambing hitam ata...

MENCIPTAKAN GENERASI TANPA UTANG

GENERASI TANPA UTANG Apa mungkin generasi seperti ini ada? Kalau kita lihat sekitar kita, hampir seluruh orang memiliki utang. Apalagi di zaman dimana setiap orang ingin memiliki berbagai macam barang untuk melengkapi gaya hidup mereka yang semakin lama semakin hedonist, mengejar kesenangan. Hal ini diperparah dengan kemudahan kepemilikan barang dengan sistem cicilan yang tidak syar'i yang semakin membuat setiap individu merasa mampu untuk mencicil barang tersebut. Bahkan walaupun tidak mampu, dipaksakan untuk mencicil dengan alasan "kalo tidak nyicil mana bisa punya barang." Mindset nyicil inilah yang ditularkan dari generasi ke generasi sehingga kebiasaan berutang mengakar jauh ke alam bawah sadar yang membuat kita tidak bisa lepas dari utang. Kapankah kita mulai belajar berutang sehingga menjadi kebiasaan buruk yang sulit dihindari? Kebiasaan berutang ini bisa muncul bahkan saat kita belum memiliki penghasilan sendiri. Saat kita lupa bawa uang jajan, kita...

Bukan hanya tidak berbuat jahat, berbuat baiklah untuk sesama

Seorang Jack Ma, founder dari alibaba group memiliki prinsip: Jangan mengeluh (biarkan orang lain yang mengeluh, kita menemukan solusi dari apa yang mereka keluhkan) Berpikirlah dengan kemampuan otak kita sendiri, peluang/kesempatan akan muncul di saat ide kita tidak disetujui oleh banyak orang tetapi kita meyakini ide kita dan mencari teman yang juga yakin dengan ide kita. Buatlah orang lain bahagia, maka kita pun akan bahagia Buatlah orang lain sukses, maka kita pun akan sukses Pernahkan sahabat berpikir bahwa tenaga yang kita keluarkan untuk orang lain akan mendatangkan berbagai macam kebaikan dalam hidup kita? Membantu orang lain bukanlah hal yang sia-sia meskipun bentuk bantuan itu misalnya hanya sekedar menekan tombol lift. Sekedar tidak berbuat jahat hanya akan menjauhkan kita dari perbuatan dosa, namun dengan berbuat kebaikan, akan mendatangkan berbagai kebaikan dalam hidup kita. Mereka yang hanya tidak berbuat jahat tidak memiliki kesempatan menjadi sebaik-baiknya ...